Jumat, 15 Agustus 2014

I Choose Who I Love



Tik.. tok...

 Detik pertama, aku melihat matamu yang memandangku. Entah apa yang kurasakan, aku berharap kau tidak akan pernah berhenti menatapku, tidak akan. Tatapanmu yang membuatku merasakan cinta itu kembali. Aku yang pernah merasa tersakiti karena cinta, bisa pulih sekejap hanya dengan menatapnya. Hatiku bertanya “Tuhan, hentikan omong kosong ini. Aku merasa sangat bingung. Apa yang sebenarnya aku rasakan sekarang? Kalau ini hanya mimpi, bangunkan aku. Kalau ini hanya khayalan, sadarkan aku. Kalau semua ini tidak nyata, aku merasa benar-benar gila..”

Detik kedua, kau memegang tanganku. Aku merasakan kehangatan yang kau berikan padaku. Duduk disebuah kursi panjang taman sekolah. Melihat langit sangat cerah hari itu. Tanganmu yang lembut ini... akankah kau tidak akan melepaskannya?

Detik ketiga, kau tersenyum padaku. Senyuman manis yang entah kenapa membuat jantungku berdetak kencang. Aku sadar kalau hari ini benar-benar nyata. Aku merasakan kembali cinta yang dulu pernah kurasakan bersama orang lain yang pernah merusak arti cinta itu padaku. Ah, itu hanya masa lalu. Orang itu sudah tak kupedulikan lagi. Yang kurasakan sekarang ini aku bahagia, bahagia bersamamu. 

“Kita berbeda, akankah kita bisa bersama?” Hanya itu yang selalu ada dibenak pikiranku saat bersamamu. “Kalau Tuhan tidak menghendaki, akankah kita bisa perjuangkan apa yang Tuhan tidak kehendaki?”. Tapi, aku yakinkan diriku kalau Tuhan ciptakan kita berbeda untuk disatukan. 

 Mengenalmu, adalah hal yang aku syukuri pada Tuhan. Kau isi hari-hariku yang kosong ini dengan canda tawa. Kau isi hariku dengan kebahagiaan. Kau isi hariku dengan kasih sayang.

Hal yang ingin aku sampaikan padamu “Aku ingin menjadi orang yang kau cintai, disaat banyak orang lain yang mencintaimu. Aku ingin menjadi wanita kedua setelah ibu mu. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa mendampingimu disaat kau susah, senang, ataupun duka. Aku tidak bisa berjanji untuk selalu mencintaimu selamanya. Tapi aku akan berusaha untuk mencintaimu seumur hidupku” 

Bila masa nya tiba, suatu saat kau akan tahu apa yang aku rasakan lewat tulisan ini. Terima kasih atas segalanya. Cinta yang kau berikan, itu benar benar berarti. Semoga Tuhan mempertemukan kita untuk disatukan.


                                                                              “For you who have stolen my heart”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar