Minggu, 07 September 2014

Haruskah Ku Tangisi?

Aku merindukanmu.. aku benar benar gila merindukanmu..
Wajarkah aku menangis Tuhan? Karena ego ku ini, kubuat dia berubah. Dingin, kaku, yang kurasakan hanya dingin sikapnya. Tuhan, inikah sakitnya merelakan? Wajarkah aku menangis pada hal yang kubuat sendiri?
Aku harus merelakannya Tuhan. Bantu aku merelakannya..

Tuhan, dia sudah tidak peduli lagi padaku ya? Aku bersyukur akhirnya dia bisa dengan perlahan tanpaku. Tuhan, sakit sekali hati ini. Malam ini aku benar benar merasakan dia sangat berbeda. Caranya berbicara, cara nya menyapa, sangat berbeda. Tuhan, jangan salahkan dia saat aku menangis. Aku bukan menangisi perpisahan ini. Tapi aku menangisi dia yang sulit untuk direlakan.

Rasa takut untuk memilikinya. Takut dia merasa susah karena aku. Takut dia merasakan sakit karena aku. Takut dia bosan atas sikapku. Takut dia pergi dan meninggalkan aku. Ego ku ini keterlaluan, Tuhan. Rasa takut ini membuatku berpikir kalau aku harus menghindar darinya. Supaya aku terbebas dari rasa takut itu lagi. Benarkah tindakanku ini Tuhan?

Saat ini, kupasang wallpaper foto kami di gadgetku. Agar aku selalu ingat dia disana yang kusayang. Dia yang sedang tertidur pulas sekarang, aku harap dia datang ke mimpiku seperti semalam. Mimpi yang benar benar indah. Have a nice dream, my love :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar